Oleh : Sarifudin Tidore
Aku terlahir dari keluarga yang sederhana di atas tangan mereka aku dibesarkan, tertawa menangis adalah bagian dari proses hidup.
Terkadang aku mencoba untuk mengingat kembali masa lalu yang penuh dengan suka cita. Pelukan, belayan kasih sayang yang tak pernah hilang semuanya membuatku rindu.
Waktu berjalan dan hari yang terus berganti. Kehidupan yang membawaku sampai disini banyak hal yang sudah kulewati dalam keadaan suka dan duka.
Hidup di perantauan membuatku sadar bahwa sesungguhnya mereka tidak selamanya ada di sisi kita. Mungkin karena jarak dan waktu yang memisahkan kita. Namun mereka selalu ada dalam doa dan semangat yang tak pernah pudar.
Di kota ini aku hidup dan mengembara, perjalanan panjang yang berliku-liku membuatku keluh kesah. Hidup di lingkungan yang keras dan hari-hari yang menangtang memaksa untuk terus malangkah walaupun rintangan datang menghadang.
Terkandang terasa melelahkan dan membosankan sehingga membuatku terdiam dan membisu bagaikan laut dalam yang hanya bisa diombak ambing oleh angin dan arus, ombak yang berbunyi ketika merambas ke daratan memberiku semangat baru untuk terus melangakah dengan harapan dan cita-cita untuk hari esok yang lebih baik.
Jalan hidupku memang bukan jalan yang sulit namun sampai sekarang aku belum bisa melewatinya dengan mudah, jatuh bangun dalam melangkah membuatku sadar bahwa sesungguhnya hidup tak semudah membalikan telapak tangan.
Bermodalkan pengalaman dan keberanian aku mencoba untuk kembali menapat masa depan yang jauh di sana. Dengan semangat dan terus berusaha aku yakin suatu saat nanti pasti bisa.
Hidup di jaman moderen seperti sekarang ini membutuhkan kerja keras agar kita bisa tatap bertahan hidup. Aku melihat kehidupan sekarang memang, uang bukanlah segalanya namun, tanpa uang kita tidak bisa memiliki segalanya.
Terkadang ada cinta datang membawa warna baru dalam hidupku, namun aku melihatnya sebagai sebuah keajaiban yang Tuhan ciptakan dalam hati setiap manusia untuk saling melengkapi dan saling menyayangi dalam mengarungi samudra biru yang penuh dengan misteri.
Sahabat adalah mereka yang selalu ada dalam canda dan tawa dikala hati sedang rindu, sehingga membuatku sadar akan arti perhabatan dan makna kehidupan yang sesungguhnya, bahwa kebersamaan itu indah dan perbedaan itu adalah bagian dari pelengkap kehidupan.

Post a Comment for "Perjalanan hidup yang berliku-liku"