zmedia

Sunan Kalijaga Adalah Idealisme Sejati

Foto Sunan Kalijaga/ist


Penulis : Sarifudin Tidore

Sunan Kali atau panggilan pendek dari Sunan Kalijaga. Nama kecilnya adalah Raden Syahid, putra dari seorang Adipati. Adipati tuben (Jawa Timur). Ayahnya adalah seorang Raja, di atasnya lagi ada Maharaja,  kerajaan ayahnya di bawah kekuwasaan kerajaan majapahit. 

Semenjak Raden Syahid tumbuh dewasa, keadaan kerajaan Majapahit mulai surut beban upeti dari kerajaan ayahnya ke pemerintah pusat semakin besar sehingga membuat Raden Syahid bertanya kepada Ayahnya. 

Sang anak bertanya? Ayah kenapa engkau mau mengirimkan upeti kepada pemerintah pusat dangan jumlah yang begitu banyak, sedangkan  rakyat kita juga masih banyak yang membutuhkannya, mendengar pertanyaan tersebut sang ayah lansung menjawab. Nak itulah aturan kerajaan yang harus ayah turuti. 

Mendengar jawaban ayahnya sang anak mulai berpikir bahwa sesungguhnya ini tidak adil, rakyat yang lelah bekerja bukannya upeti di bagikan ke pada rakyat malah dikirim ke pemerintah pusat.

Waktu berjalan hari terus berganti, suatu ketika kerajaan ayahnya di landa musim kemarau menyebabkan rakyat gagal panen, kehidupan rakyat di kerajaan tuben semakin menjerit. Sedangkan rakyat harus disuruh bayar pajak. 

Hal ini yang menyebabkan Sang anak Raden Syahid turut prihatin dengan kondisi tersebut. Melihat rakyat yang semakin menderita membuat sang anak berpikir dengan cara apa ia bisa membantu rakyatnya yang sedang kesusahan. 

Akhirnya tanpa ragu sang anakpun mencuri barang upeti kemudian dibagikan ke rakyat, suatu ketika ia tertangkap oleh penjaga kerajaan kemudian dibawa ke hadapan ayahnya, sontak sang ayahpun marah dan malu melihat kelakuan anaknya. Akhirnya Raden Syahid di usir keluar dari kerajaan Tuben, diluar sama saja sang anak tetap menjadi perampok hasil rampokannya kemudian ia bagikan ke rakyat. 

Suatu ketika ia bertemu dengan seorang kake-kake yang sudah tua, awalnya ia ingin mengambil tongkat kake-kake yang warnanya seperti emas sehingga membuatnya tertarik. Dengan kebiasaannya merampok  akhinya ia berhasil mengambil tongkat tersebut, melihat tongkatnya diambil kake-kakepun bertanya kepada Raden Syahid mengapa engkau mau mengambil tongkat itu? Ia menjawab saya mengambil ini bukan untuk saya tapi mau di jual, kemudian duitnya mau saya bagikan ke rakyat miskin. 

Mendengar jawaban tersebut kake-kake lansung katakan kepada Raden Syahid bahwa apa yang kamu lakukan itu salah walaupun niatmu baik, karena kamu mencuri dulu baru dibagikan kepada rakyat. Mendengar jawaban itu Sunan Kalijagapun kaget dan terdiam serentak, terbesit di dalam hatinya bahwa ternyata apa yang dilakukannya selama ini ternyata salah. Kemudian Raden Syahid bertanya kepada kake-kake itu siapkah engkau sebenarnya dan kake-kake itu menjawab saya adalah Sunan Bonang.

Dari situlah Raden Syahid lansung berguru dengan Sunan Bonang, dalam proses memperdalam ilmunya Raden Syahid disuruh bertapa di pinggir kali sampai berbulan-bulan, sehingga ia dikatakan sebagai Sunan Kalijaga atau penjaga kali.  setelah berguru, Sunan Kalijagapun keluar dan menyebarkan agama islam, proses penyebarannya lewat pendekatan budaya karena pada saat itu masyarakat jawa masih dipengaruhi oleh agama hindu. 

Sunan Kalijaga meninggal di usia kira-kira lebih dari 100 tahun, karena pada masa berakhirnya kerajaan Majapahit di tahun 1478 itu sunan kalijaga masih ada. Kemudian hingga berdirinya kerajaan Mataram pada tahun 1546, ia juga yang ikut merancang pembangunan Mesjid Agung Cirebon dan Mesjid Agung Demak pada saat itu. Semasa hidupnya sunan kalijaga selalu membantu orang-orang yang lemah dan memilih untuk hidup sederhana, walaupun ia adalah seorang  anak Raja dari kerajaan tuben. Sungguh mulia hati dan ahlak Sunan Kalijaga. 

Semoga bermanfaat.
Admin
Admin Tingkat pendidikan kita terus berkembang, tapi literasi kian anjlok, sajian informasi dipenuhi Sampah. Itu Meta Motivasi Kita Bergerak.

Post a Comment for "Sunan Kalijaga Adalah Idealisme Sejati"