zmedia

CERITA DIBALIK JS COFFEE


Gambar Fandly


Berbagai menu yang disajikan mewarnai keramaian malam di Jong Sula Coffee. Bergantian para tamu tanpa undangan yang berdatangan. Racikan hingga Seduhan para barista Jong sula memicu para tamu tanpa undangan berlomba-lomba menyeruputi kenikmatan kopi.

Namun, ada carita menarik dibalik seruputan kopi yang tersaji. Imajinasi liar menjadi ketika setiap meja di Jong Sula Coffee terisi penuh. Masing-masing para tamu tanpa undangan meraut dan menata kata demi kata untuk dibuat sebuah kalimat. Mengangkat topik yang diinginkan untuk dibahas.

Senandung musik yang dirias dengan indahnya petikan instrumen lewat kehalusan tangan para musisi amatir yang tercipta suasana unik. Melebur dalam setiap nyanyian pemusik menginspirasi gerak akal untuk berimajinasi.

Andai ada yang ingin membukukan setiap cerita yang lewat ditiap malamnya, maka yakin dan percaya cerita itu pasti ada nama dari seorang yang setianya menemani dalam setiap dinamika yang tersaji dipingiran jalan depan Jong Sula Coffee. 

Nama Tace telah ku garis bawahi untuk menemani malam di Jong Sula Coffee. Tampang yang sangat sederhana bagi ku. Kebolehannya dalam merangkai kata yang diucapkannya dengan lembut dan sangat hati-hati, menepuk psikis ku yang seakan menyeru untuk tak melihat orang dari apa yang disandangnya.

Sosok yang tak pernah ku abaikan setiap Ia melintas tanpa arah dihadapan para tamu tanpa undangan. Terbesit kata dalam jiwa yang mengharuskan untuk ku tahu siapa Ia. Dikala duduk melingkari meja ratapan ku tak henti-hentinya memandang sosok sederhana itu.

Sosok bertopi dengan kumis yang kurang tertata menurutku itu ciri khasnya. Dibalik topi yang menutupi paparan cahaya bola lampu menuju mata nampak tatapan tajam disetiap orang yang Ia tilik. Entah apa yang tengah Ia produksi lewat fikiranNya. Namun aku pun yakin 1001 kisah Ia rekam dengan kehadirannya disuasana itu.

Dikala angin malam makin ramai dengan isi didalamnya yang beda, menandakan hari berganti tepat jarum jam membentuk gaya vertikal. Keharusan para tamu tanpa undangan memenuhi kewajiban hukum alam untuk merebahkan biologis agar tidak terjajah dalam makna kesenangan batin, membuat senyap perlahan taman imajinasi itu (Js Coffee).

Malam yang berganti waktu itu ku melihat Ia duduk dengan ratapan yang penuh tanda tanya. Perlahan Ia berbaring sampai tertidur pulas di atas ubin yang dingin disamping Jong sula Coffee. Melihat Ia seperti itu, diri ini bersedih menyaksikan kuatnya mahluk ciptaan menerjang keras kehidupan. 

Cerita dari seorang teman yang tidak disengaja ku dengar, membuat diri harus merenungkan betapa kejamnya hidup. Ia yang menurut mereka gila, namun kata itu telah ku coret dan tidak tepat disebut sebab Ia dalam kacamata buram ku ini, sosok yang hebat. Ia tidak benci dengan hidup, walau Ia tidur bersama keramaian angin malam yang kejam yang membuat Ia kedinginan disetiap malamnya.

Dikala jarum jam melewati garis horizontal sebelah kanan, dengan serta merta adzan subuh dikumandangkan. Melangkah pergi dgn kesedihan yang terbesit dikala menoreh lagi kearah sosok bertopi itu. Ucapan sampai jumpa yang hanya pribadiku mendengar ku ucapkan. 
Sampai jumpa malam dengan makna yang beda.

Yang jauh bukanlah bulan dan bintang. Tapi malam itu yang tidak dapat diulang dimalam-malam berikutnya.

Penulis :  Fanly Mandalika

Post a Comment for "CERITA DIBALIK JS COFFEE"