![]() |
| Senjakala di Manado |
Wahai presiden
Engkaulah Raja di negeri ini
Di pundakmu kami titipkan suara Tuhan.
Dan di tanganmu kami berikan jalan kehidupan.
Perkataanmu adalah doa dan perilakumu menjadi contoh.
Wahai presiden
Engkau adalah ayah bagi bangsa ini
Maka, terimalah kami sebagai anakmu yang lahir dari bumi Pertiwi.
Agar kelak kami bisa bersatu dalam persaudaraan yang hakiki.
Wahai presiden
Di istana, engkau bersandar dan di atas tanah engkau dapat berjalan.
Maka, jangan tutup matamu ketika melihat kami mengamen dipinggir jalan.
Dan jangan tutup telingamu ketika mendengar suara minta tolong.
Wahai presiden
Engkaulah imam bangsa ini.
Maka, tegakkan shalat di kiblat yang benar agar kelak kami tidak tersesat di Padang Mahsyar.
Kutinggikan namamu agar engkau bisa terbang dari Sabang sampai Merauke. Bukan hanya berjalan dari Monas ke Istana.
Wahai presiden
Ketika engkau tinggal di rumah yang nyaman.
Makan hingga kenyang
Dan tidur dengan nyenyak
Maka, jangan tutup pintumu agar kami bisa menemuimu.
Di waktu petang dan di waktu makan.
Wahai presiden
Ketika Tuhan titipkan surga di negeri ini maka jangan engkau bakar dgn api neraka.
Gunakan tanganmu untuk membantu rakyat jelata.
Agar kelak engkau di ingat sepanjang masa.
Wahai presiden
Jangan berkata kalau engkau tak bisa tepati.
Dan jangan berlari ketika kami datang menagih janji.
Engkau adalah ayah yang kami hormati
Maka jangan tinggalkan utang untuk generasi kami.
Karya Ucen Tidore.

Post a Comment for "Puisi untuk Presiden"