Oleh: Awin Buton
Puisi ini dibuat ketika saya mengikuti perkaderan tingkat dua atau yang biasa disebut HMI dengan Intermediate Training yang diadakan oleh HMI Cabang PALU.
Puisi: 'Teriak tak ada guna'
Malam bergelut dengan kata
merangkai kalimat bermakna
Siang bertahan rasa kantuk
Tak mengenal keluh apalagi kesa
Meski rasanya ingin teriak keluar,
tetapi jiwa memaksa untuk diam.
Berlinang kelelahan selalu menghampiri
dan menggoda diri yang terisak.
Sungguh tak ada, tak ada gunanya.
Berteriak apalagi bersedih,
sebab teriak tak bermakna.
menangispun tak bernilai.
Pilihan ada ditanganmu, tangan kita
Entah kembali merebut naik atau
Lepas dan terhembus hilang
Ingat. Haruslah bertahan karena kau, kita
Pasti bahagia dengan air mata dan jika menyerah
maka kau, kita akan pulang bersama tangis penghianatan.
Palu 12 februari 2018

Post a Comment for "Teriak Tak Ada Guna"