![]() |
| Menolak Lupa |
Dilihat dari kacamata sejarah negara Indonesia punya perjalanan panjang dimasa lalu, mulai dari jaman penjajahan hingga paska kemerdekaan dan mahasiswa adalah motor penggerak kala itu. Mereka yang terhimpun dalam Organisasi Budi Utomo tahun 1908 mampu membuat pergerakan.
Dengan perjuangan dan pengorbanan yang tak kenal lelah, akhirnya pada tanggal 17 Agustus 1945. Soekarno dan kawan-kawannya bersepakat untuk memproklamirkan, kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesian (NKRI).
Berselang dua tahun kemudian tepatnya 05 Februari 1947 seorang Mahasiswa Sekolah Tinggi Islam (STI). Lafran Pane dan Teman-Temannya mendirikan, Himpunan Mahasiswa Islam (HmI). Sebagai organisasi mahasiswa Islam pertama pada saat itu.
Karena pada waktu itu Ayah Handa Lafran Pane melihat bahwa, banyak mahasiswa yang sakit akibat masah transisi dari penjajahan ke kemerdekaan. Maka didirikan organisasi sebagai obat agar mahasiswa bisa cepat sembuh dari penyakit ketidak sadaran akan fenomena sosial yang terjadi.
Seiring dengan berjalannya waktu, lahir organisasi-organisasi pergerakan lainnya, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI). Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia ( PMII), Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) dan Kumpulan Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI).
Sebagai kaum Intelektual yang terdidik di Perguruan Tinggi, organisasi adalah wadah yang tepat untuk mahasiswa berproses dan berdialektika. Karena mahasiswa adalah agen of change dan agen of Control. Kata ini yang sering melekat pada diri mahasiswa.
Melihat realita yang terjadi saat ini mahasiswa banyak apatis dengan berbagai macam problematika sosial yang terjadi, mahasiswa hanya sibuk dengan mengejar nilai agar bisa dapat IPK 4,000 supaya cepat selesai dan mendapatkan predikat kumlau.
Sistem yang dibangun di perguruan tinggi saat ini berhasil memenjarakan mahasiswa, bahwa tanpa nilai yang bagus dan ijasah dari perguruan tinggi maka kita tidak akan dapat kerja dan anehnya lagi perguruan tinggi saat sedang genjar menciptakan sarjana pencari kerja bukan menciptakan pekerjaan.
Mahasiswa dibuat takut untuk bersuara/menyampaikan pendapat, padahalkan mahasiswa adalah manusia berintelektual yang terdidik dengan ilmu dan pengalaman yang ada seharusnya bisa membuat mahasiswa hebat/kuat bukan malah sebaliknya.
Manado 08 April 2018.
Semoga Berkah.

Post a Comment for "Mahasiswa Dalam Penjara Perguruan Tinggi"