zmedia

Menelisik Antara Filsafat dan agama


Penulis : Ibnu wahyu

Setelah kita merenung bagaimana pertumbuhan kepercayaan atas adanya yang ada, yang mahakuasa, yang gaib pada manusia, sejak zaman primitif sampai pada kemajuan masyarakat, tampak pula ada perkembangan kepercayaan itu pada manusia-manusia besar yang berpikir.

Jika kita gali kedalam sejarah pertumbuhan filsafat di Yunani, tampak bahwa sebelum masa berfilsafat, telah ada kepercayaan-kepercayaan karena pengaruh perasaan tentang sesuatu yang maha besar yaitu dewa-dewa yang dipimpin oleh Apollo.

Thales menjadi pemula yang hendak menyelidiki asal-usul semua yang ada dari segi kenyataan. Dia berpendapat bahwa asal segala sesuatu adalah air. Diikuti oleh anaximandros, anaximandros, pythagoras, dst.

Murid Socrates, Plato yang terkenal, menyempurnakan lagi. Dari Plato inilah mulai timbul pemikiran tentang adanya yang maha kuasa, yang maha esa, penggerak dari segala sesuatu.  Itulah Tuhan. Dalam buku "filsafat ketuhanan"" hal.11, Plato berpendapat bahwa dibalik alam yang nyata ini merupakan hakikat dari yang maha tinggi, dari sana kita datang dan disana kita selalu hendak pulang kepadanya. Dialah kebenaran yang mutlak.

Mengenai masalah agama, pendeknya kalau manusia membantah adanya yang maha kuasa, sebabnya adalah kurangnya keluasan akal dalam menjangkau terhadap sesuatu yang esa tersebut. Sebab itu, perasaan berperan penting akan pengakuan adanya yang maha kuasa dan itulah fitrah manusia.

Sampai dimana akal kita berjalan sejauh mungkin akhirnya akan terbentur keadaan dinding yang tidak mungkin diseberangi lagi. Sampai disitu pun jika dia mengatakan tidak ada, dia harus membantah pengakuan dari fitrahnya. Sebab itu agama yang pertama adalah agama fitrah.
Admin
Admin Tingkat pendidikan kita terus berkembang, tapi literasi kian anjlok, sajian informasi dipenuhi Sampah. Itu Meta Motivasi Kita Bergerak.

Post a Comment for "Menelisik Antara Filsafat dan agama"