zmedia

Refleksi Hari Pancasila


Penulis : Kiky Wartabone


Mari kita cermati sejenak makna Pancasila yang menjadi dasar negara kita. Dasar tentunya bukan sekedar landasan, namun juga awal dari sebuah pondasi. Jika pondasi itu adalah Pancasila, dan bangunannya adalah negara Indonesia sendiri dengan segala rancangan pembangunan nasionalnya, maka bisa kita bayangkan jika pondasi itu telah rapuh, maka bangunannya pun tidak akan berdiri kokoh dan sempurna.

Lantas mengapa Pancasila dikatakan rapuh?

Itu karena setiap hari lahirnya diperingati, tapi sebadas ceremonial, tidak ada generasi muda yang lahir dengan kerelaan dan kecintaannya pada tanah air.

Itu karena setiap Pancasila disebut-sebut, tidak ada para pejabat pemerintah yang menyebut kepentingan rakyat di atas segalanya dengan hati yang tulus. Hanya sebagai alibi untuk melanggengkan kekuasaan dalam keserakahan.

Itu karena setiap Pancasila dipelajari, tidak ada pelajar yang belajar memperbaiki diri setiap harinya. Memperbaiki diri untuk senantiasa berlaku jujur tanpa memanfaatkan jasa orang lain untuk meraih cita-citanya sendiri.

Pancasila, hari lahirnya kini hanya menjadi peringatan belaka, bukan mengingatkan. Adakah yang menyadari bahwa Pancasila kian hari kian terkubur, menjelma dalam penyampaian aspirasi yang selalu mengedepankan anarkisme tanpa solusi, menjelma dalam etika para pejabat pemerintah yang kian merosot, menjelma dalam perjokian para calon mahasiswa baru dalam seleksi masuk perguruan tinggi, menjelma dalam degradasi moral prostitusi online dan kekerasan, menjelma dalam maraknya ijazah palsu demi meloloskan kenaikan pangkat para pejabat dan orang-orang yang haus kedudukan, menjelma dalam kisruh antar institusi yang berujung pada sanksi.

Indonesia terkubur dan terkungkung oleh sekian banyak peristiwa yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila yang (seharusnya) humanis, adil, dan harmoni.

Di hari lahirnya Pancasila ini, mari kita bangunkan Indonesia agar kembali lahir dengan segala kekayaan alamnya yang bermanfaat, dengan keramahan masyarakatnya yang terkenal seantero dunia, dengan keanekaragaman suku bangsa yang dimilikinya, dengan sekian banyak lagi harapan untuk terus berkembang dan berlari mengejar ketertinggalan dari kompetisi internasional, berbekal karakter bangsa, dasar negara kita. Pancasila.
Admin
Admin Tingkat pendidikan kita terus berkembang, tapi literasi kian anjlok, sajian informasi dipenuhi Sampah. Itu Meta Motivasi Kita Bergerak.

Post a Comment for "Refleksi Hari Pancasila"