zmedia

Tangisan Rakyat Obi

Jalan raya kec, Obi


Dunia terasa keras dan berat layaknya batu, derita tak pernah berakhir seiring dengan berjalannya waktu.

Di negeri ini banyak rakyat bersempul jari menunggu datangnya keajaiban, tangisan dan teriakan selalu terdengar layaknya suara azan.

Setiap hari mereka selalu berdoa semoga Tuhan bisa membantu, karena negara mulai lupa siapakah mereka. Hari ini akan berlalu dan hari esok akan tiba namun Tuhan tidak bisa membantu karena masalah sosial hanya milik sang penguasa.

Sudah 72 tahun kita merdeka dan sudah 20 tahun kita tinggal di rumah Reformasi tapi kita masih hidup seperti dalam penjara. Kita suruh kerja layaknya binatang untuk dapat bertahan hidup di negera sendiri.

Hal demikian yang dirasakan oleh rakyat Obi saat ini, hidup di negera kaya akan sumber daya alam tapi miskin akan fasilitas. Terlalu lama rakyat Obi hidup dalam penderitaan karena ketidakadilan yang dijanjikan oleh mereka yang punya kekuasaan.

Jalan raya adalah cara untuk menghubungkan satu kampung dengan kampung yang lain lewat transportasi darat, tapi jalan raya yang ada Kacamata Obi Kabupaten Halmahera Selatan Provinsi Maluku Utara sangatlah tidak layak.

Sejak pemakaran Maluku Utara menjadi Provinsi tahun 1999 sekarang sudah berumur 19 tahun. Tapi Jalan raya yang ada Obi masih berlumpur dan berbatu-batu sehingga menyebabkan masyarakat sulit untuk melakukan aktivitas.

Dari kampung Anggai ke ibu kota kecamatan Laiwui jaraknya 10 Km, tapi kalau pergi mengunakan sepeda motor atau mobil memakan waktu kurang lebih 2 jm. Karena jalan rusak sehingga kendaraanpun sulit untuk melintasi, belum lagi kalau ada jembatan yang putus karena jembatan yang ada saat ini hanya terbuat dari kayu sehingga mudah rusak.

Belum lagi kampung-kampung yang ada di belakang tidak ada jalan sama sekali, sehingga mereka kalau mau pergi ke ibu kota kecamatan mereka harus menggunakan transportasi laut. Dengan naik perahu atau bodi yang menggunakan mesin 40 pk.

Semoga pemerintah Maluku Utara dapat melihat ini sebagai sebuah tanggung jawab sosial, sehingga bisa direalisasikan dengan secepatnya karena terlalu lama rakyat Obi hidup dalam penderitaan atas kebohongan yang dipertontonkan oleh mereka yang berkuasa.

Padahal kecamatan Obi punya penghasilan daerah yang besar, seperti di dua kampung Anggai dan kawasi punya tambang Emas, Nikel dan Timah. Seharusnya mereka lebih maju karena punya potensi alam yang besar, akan tapi kenyataannya tidak.


Obi 20 Juni 2018.


Post a Comment for "Tangisan Rakyat Obi"