zmedia

Hambatan Pembangunan Faktor Luar Negeri (Bagian II)

BAB II
PEMBAHASAN

A.    Hambatan Pembangunan Faktor Luar Negeri Dari Segi Ekspor dan Pembangunan Ekonomi
1.      Pandangan Ricardo
Sejak beberapa abad lalu ahli ckonomi telah menelaah peranan ekspor dalam pem­bangunan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Di dalam masa Klasik analisis mengenai keterkaitan antara perdagangan luar negeri dan pembangunan mendapat perhatian yang lebih besar lagi. Beberapa ahli ekonomi pada masa itu, Ricardo, Smith, dan Mill telah menujukan bahwa perdagangan luau negeri seperti perdaganga dan memberikan beberapa sumbangan yang pada akhirnya akan dapat mempercepat perkembangan ekonomi suatu negara. Apabila pandangan mereka mengenai keuntungan-keuntungan perdagangan luar negeri digabungkan, maka dapat dikatakan bahwa ahli-ahli ekonomi Klasik mengemukakan tiga sumbangan penting perdagangan luar negeri dalam pembangunan ekonomi. Keuntungan yang pertama Ricardo menyatakan Apabila suatu Negara sudah mencapai tingkat kesempatan kerja penuh, perdangangan luar negeri memungkinkan mencapai tingkat konsumsi yang lebih tinggi dari pada yang mungkin dicapai tanpa adanya kegiatan tersebut. Sedangkan Smith dan Mill mengemukakan dua keuntngan lainya yaitu (i) memunginkan suatu Negara memperluas pasar atas hasill produksinya dan (ii) memungkinkan Negara tersebut menggunakan teknologi yang dikembangkan diluar negeri, yang lebih baik dari pada yang terdapat dalam negeri.
Inti dari pandangan Ricardo adalah bahwa walaupun (i) sumber daya yang ada dalam suatu negara sudah sepenuhnya digunakan dan (ii) kegiatan produksi negara tersebut tidak lebih efisien dari negara lain, perdagangan luar negeri dapat mempertinggi tingkat konsumsi dan tingkat kesejahteraan masyarakat. Keuntungan yang diperoleh dari perdagangan luar negeri, dalam keadaan yang dimisalkan tersebut, timbul sebagai akibat dari perbedaan harga relatif (perbandingan harga) dari barang yang diperdagangkan, antara negara-negara yang akan melakukan perdagangan (teori keunggulan komparatif/spesialisasi).

2.      Pandangan Smith dan Mill
Menurut ahli-ahli ekonomi klasik, ada dua keuntungan lain darimengadakan hubungan ekonomi dengan Negara lain, yaitu dapat memperluas pasar dan dapat memperoleh teknologi yang lebih baik daripada yang ada di dalam negeri. Adam Smith merupakan ahli ekonomi Klasik pertama yang menunjukkan kemungkinan memperolch kedua keuntungan ini. Pada pokoknya la berpendapat bahwa, pertaina, dengan adanya perdagangan luar negeri, negara dapat menaikkan produksi barang­barang yang sudah tidak dapat dijual lagi di dalam negeri akan tetapi masih dapat dijual ke luar negeri. Dan selanjutnya, dengan adanya ekspor tersebut negara itu dapat mengimpor barang luar negeri dan menambah jumlah barang yang dapat dikonsumsi- kan oleh penduduknya. Mengenai keuntungan yang kedua, Smith menjelaskan bahwa perluasan pasar yang terjadi akan mendorong sektor produktif untuk menggunakan teknik produksi yang lebih tinggi prod uktivi tas n ya. Salah satu cara yang dapat di­tempuh untuk melaksanakan hal ini adalah dengan mengimpor teknologi yang lebih tinggi dari luar negeri.
Pandangan bahwa perdagangan luar negeri dan hubungan ekonomi dengan negara lain dapat mempertinggi tingkat produktivitas kegiatan memproduksi diuraikan dengan lebih mendalam oleh John Stuart Mill. Menurut pendapatnya ada beberapa faktor yang menyebabkan perdagangan luar negeri akan menaikkan tingkat produktivitas. Sama dengan Smith, Mill berpendapat bahwa perluasan pasar yang diakibatkan olch perdagangan luar negeri akan mendorong dilaksanakannya perbaikan-perbaikan tek­nologi yang digunakan dalam proses produksi. perdagangan luar negeri akan mem­pertinggi tingkat spesialisasi, mempertinggi efisiensi penggunaan mesin yang ada, dan akan mendorong usaha-usaha untuk memperbaiki efisiensi proses produksi dengan mengadakan pcmbaruan (inovasi).
3.      Perbandingan Teori Ricardo dengan Teori Smith dan Mill
Apabila dibandingkan teori Ricardo di satu pihak dengan teori Smith dan Mill di lain pihak, dapat disimpulkan bahwa di antara teori-teori itu terdapat tiga perbedaan peering.
Pertama, dalam doktrin comparative costs yang dikemukakan oleh Ricardo dimisal­kan bahwa tingkat kesempatan kerja penuh sudah tercapai. Oleh karena itu produksi suatu barang hanya dapat dinaikan dengan mengurangi produksi baranglainnya. faktor-faktor produksi, oleh karenanya produksi suatu barang masih dapat ditambah tanpa mengurangi produksi barang lainnya. Maka apabila perdagangan luar negeri dilakukan, hanya dapat ditambah dengan memindahkan sebagian faktor-faktor produksi yang digunakan untuk menghasilkan barang yang dapat dilmpor. Hal ini tidak perlu terjadi menurut teori Smith dan Mill. produksi barang yang dapat diekspor dapar ditambah dengan menggunakan faktor-faktor produksi yang menganggur dan dengan mempertinggi teknologi yang digunakan dalam proses produksi.
Perbedaan yang kedua, dalam doktrin comparative costs dianggap terdapat dua hal berikut: (i) jumlah permintaan dalam masyarakat cukiip besar sehingga mernungkinkin dicapainya tingkat kesempatan kerja penuh; dan (ii) mobilitas faktor-faktor produksi adalah sempurna. Dalam kedua teori lainnya, hal-hal yang dirnyatakan ini tidak periu wujud. Doktrin vent for sutlus dan productivity menganggap bahwa permintaan ) dalam masvarakat sudah seluruhnya  dipenuhi sebelum tingkat kesempatan tercapai. Maka faktor-faktor produksi yang belum digunakan terpaksa menganggur. DoCim, keadaan seperti ini perluasan pasar ke luar negeri akan menaikkan permintaan. Selanjutnya kenaikan permintaan ini akan menaikkan produksi dan mempertinggi tingkat penggunaan faktor-faktor produksi.

B.     Hambatan Pembangunan Faktor Luar Negeri Dilihat dari Dimensi Ekspor Kolonial Terhadap Pembangunan
Yang dimaksud dengan struktur ekspor kolonial dikebanyakan negara berkembang pada waktu baru mencapai kemerdekaan , adalah struktur ekspor suatu negara yang memiliki 3 ciri pokok berikut: (i)Sebagian besar barang-barang yang diekspor merupakan hasil industri primer (pertanian, pertambangan, kehutanan, dan perikanan) dan masih merupakan bahan mentah. (ii)Jenis-jenis bahan mentah yang diekspor sngat terbatas. (iii)Sektor ekspor pada mulanya dikembangkan terutama oleh perusahaan-perusahaan dari negara penjajah.
1.      Pandangan Myrdal
Analisis Myrdal yang menjelaskan sebab-sebab sektor ekspor dinegara berkembang kurang memberikan sumbangan yang memuaskan dalam pembangunan ekonomi dinegara-negara yang relatif miskin, sejalan dengan teorinya engenai proses sebab akibat kumulatif. Teori ini akan diuraikan dalam bagian berikut. Ia berpendapat, dalam kegiatan pandangan antara negara kaya dan negara miskin, mekanisme pasar akan menimbulkan suatu proses kumulatif yang akan mengekalkan keadaan tidak berkembang (stagnasi) dan tingkat kesejahteraanyang rendah dinegar-negara miskin. Pandangan luar negeri diantara berbagai negara yang diatur oleh mekanisme pasar akan menimbulkan disequalizing forces atau kekuatan yana tidak menyeimbangkan, yaitu faktor-faktor yang mengakibatkan keuntungan perdagangan tidak dinikmati secara merata oleh berbagai negara yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Negra-negara yang relaif lebih kaya, yang terrutama mengekspor barang industri, menikmati keuntungan yang lebih besar daripada negara-negara yang lebih miskin yang terutama mengekspor bahan-bahan mentah.
2.      Pandangan Myint
Myint mengemukakan bahwa pada masa penjajahan, sector luar ngeri dan sector-sektor ekonomi modern didaerah-daerah terjajah dimiliki oleh beberapa perusahaan asing yang seoenuhnya menguasai aneka kegatan disektor-sektor tersebut. Perusahan-perusahaan itu memiliki monop[oli dalam menentukan harga-harga barang ipor yang dijual kepada penduduk, sehingga men=mungkinkan mereka memproleh keuntungan yang tinggi. Dan yang lebh pentting lagi, perusahaan-perusahaan tersebut memilki kekuasaan monopsoni dalam menentukan harga-harga faktor produksi yang mereka gunakan dan dalam membeli produksi barang-barang ekspor yang dihasilkan oleh para petani kecil. Apabila terjadi penurunan harga-harga barnag ekspor dipasar dunia, para pengusaha tersebut mengatasinya bukan dengan menurunkan produks atau pembelian dari para petani, tetapi dengan menurunkan upah dan harga pembeli.
Terdapat kekuatan monopsoni dalam menentukan harga-harga faktor produksi menyebabkan tingkat upah tenaga kkkerja tidak mengalami perubahan yang berarti. Walaupun sektor ekspor menagalami perrrkembangan, perusahaan-perusahaan asing tetap dapatb mempertahankan upah tenaga kerja pribumi pada tingkat yang rendah. Cara-cara yang dilakukan untuk menciptakan hal itu adalah: (i)dengan tetap membatasi tingkat pengolahan dari bahan-bahan mentah yang di ekspor sehingga tingkat keahlian para pekerja tidak perlu dipertinggi; dan (ii) dengan mengimpor pekerja-pekerja dari luar daerah, seperti dari jawa ke Sumatra, atau dari luar negeri, sseperti yang berlaku di Malaysia, dahulu dimana tenaga kerja diperusahaan-perusahaan yang menghasilkan barang ekspor didatangkan dari india dan daerah cina.
3.      Pandangan Meier
Meire  juga mengaitkan sebab-sebab kegagalan perkembangan sector ekspor bagi pertumbuhan ekonnomi yang memuaskan kepada pengaruh dari perkembangan tersebut terhadap perkembangan sector-sektor lainnya. Dalam uraiannya Meire menjelaskan bahwa perkembangan ekspor, disamping secara langsung menciptakan pembangunan ekonomi, secara tidak langsung akan menciptakan pertumbuhan lebih lanjut melalui dorongannya kepada di sector lain. Oleh sebab itu, sampai dimana perkembangan ekspor akan menciptakan pembangunan ekonomi bukan saja tergantung kepada lajunya perkembangan ekspor itu sendirui, tetapi juga kepada sifat-sifat dari fkatpor-faktor yang menentukan pengaruhnya terhadap di sector-sektor lainnya. Menurut Meier faktor-faktor itu dapat dibedakan dalam dua jenis yaitu: (i) sifat-sifat ekspor itu sendiri, (ii) tingkat ketidaksempurnaan pasar dalam negeri.
a. Sifat-sifat Sektor Ekspor
Dipandang dari sudut sifat atau ciri sektor ekspor, tingkat laju pertumbuhan ekonomi sebagai akibat dari perkembangan ekspor, akan menjadi bertambah tinggi apabila berlaku keadaan-keadaan berikut:
1.      Tingkat perkembangan ekspor bertambah tinggi.
2.      Akibat langsung dari kegiatan ekspor terhadap kesempatan kerja adalah tinggi
3.      Hanya sebagian kecil pendapatan dari ekspor diterima oleh golongan masyarakat yang memiliki kecondongan marjinal mengimpor (marginal propensity to import) yang tinggi.
4.      penanaman modal yang dilakukan dan dibiayai oleh tabungan sekcor ekspor sangat produktif.
5.      perkembangan ekspor diciptakan oleh perkembangan teknologi, bukan oleh perluasan kegiatan tersebut.
6.      Hubungan kait mengait diantara sector ekspor dengan sector-sektor lain sangat erat.
7.      Pendapatan ekspor tetap berada didalam negeri.
b.Tingkat ketidaksempurnaan pasar
Dipandang dari sudut ketidaksempurnaan pasar dalam negeri, pandangannya tidak berbeda dengan teori kesempurnaan pasar sebagai pemnghambat pembangunan. Faktor-faktor seperti mobilitas faktor-faktore produks yang terbatas, tingkat pendidikan masyarakat yang sangat rendah, kekurangan pengetahuan mengenai kemingkinan pengembangan teknologi, kekurangan tenaga usahawan (entrepreneur) dan berbagai faktor lainnya meneybebkan system pasar di negara berkembang sangat kurang sempurna. Oleh sebeb itu perkembangan sector ekspor tidajk menciptakan perkembangan yang cukup laju pada sector-sektor ekonomi lainnya.
4.      Pandangan Prebisch dan Singer
Prebisch dan Singer berpendapat bahwa faktor-faktor yang berasala dari luar negeri merupakan faktor utama yang menyebabkan sector ekspor kurang berhasil memang peranan sebagi penggerak pembangunan di negara berkembang. Pandangan ereka mengenai persoalan tersebut sangat bersamaan dan oleh sebab itu selalu disebut teori prebisch singer. Teori mereka pada dasarnya berpendapat bahwa dalam jangka panjang syarat perdagangan atau terms of trade negara berkambang akan bertambah buruk faktor ini menyebabkan keuntungan perdagangan hanya dinikmati negara-negara maju. Maka laju pembangunan ekonomi di negara-negara berkembang menjadi lebih lambat ketimbang yang seharusnya. Inti dari teori ini adalah perbandingan antara indeks harga ekspor dengan indeks harga impor.

C.    Proses Sebab Akibat Komulatif
Teori yang dikemukakan oleh Myrdal ini mengemukakan sebab-sebab dari bertambah memburuknya perbedaan tingkat pembangunan di berbagai daerah dalam suatu negara. Tetapi ia menekankan bahwa Lori tersebut dapat pula digunakan untuk menjelaskan tentang sebab-sebab terjadinya jurang pembangunan antara negara miskin dan negara kaya. Teori Klasik berkeyakinan bahwa dalam jangka panjang mekanisme pasar akan menciptakan pembangunan yang seimbang antara berbagai daerah dan negara. Myrdal tidak sependapat dengan pandangan ini dan berkeyakinan bahwa dalam proses pem­bangunan ada faktor-faktor yang akan memperburuk- perbedaan tingkat pembangunan antara berbagai daerah atau negara. Keadaan seperti itu terjadi akibat dari suatu proses sebab-akibat kumulatif (circular cumulative causation).

1.      Pola proses sebab akbat Komulatif
Menurut myrdal pembangunan di daerah yang lebih maju akan menciptakan beberapa keadaan yang akan menimbulkan hambatan yang lebih besar bagi daerah yang terbelakang untuk berkembang. Keadaan yang menghambat pembangunan ini dgolongkannya sebagai backwashh effects. Disamping itu perkembangan di daerah yang lebih maju dapt menimbulkan keadaan-keadaan yang akan mendorong perkembangan daerah yang lebih miskin. Keadaan-keadaan yang akan dapat  mendorong pembvangunan ekonomi di daerah yang lebih miskin dinamakan sebagai spread effects.
2.      Tahap pembangunan dalam sebab akibat

Disamping faktor-faktor yang menyebabkan pembangunan di berbagai daerah menjadi semakn tidak seimbang, Myrdal menyatakan pula bahwa jura ng pembangunan dapat mengecil kembali. Apabila daerah yang lebih kaya sudah menjadi sangat berkambang, akan timbul Disconomis ektern terhadap berbagai perusahaan dan industry, yang ditimbulkan oleh kongesti-kongesti  yang terjadi di daerah yang lebih maju. Sebagai akibatnya akan timbul dorongan untuk melaksanakan dan mengembangkan kegiatan ekonomi di daerah-daerah. Ini akan menciptakan pengurangan arus perpindahan penduduk ke daerah yang telah sangat maju. 
Admin
Admin Tingkat pendidikan kita terus berkembang, tapi literasi kian anjlok, sajian informasi dipenuhi Sampah. Itu Meta Motivasi Kita Bergerak.

Post a Comment for "Hambatan Pembangunan Faktor Luar Negeri (Bagian II)"