zmedia

Hambatan Pembangunan Faktor Luar Negeri (Bagian III)

BAB III
PENUTUP

A.    KESIMPULAN
Inti dari pandangan Ricardo adalah bahwa walaupun (i) sumber daya yang ada dalam suatu negara sudah sepenuhnya digunakan dan (ii) kegiatan produksi negara tersebut tidak lebih efisien dari negara lain, perdagangan luar negeri dapat mempertinggi tingkat konsums dan tingkat kesejahteraan masyarakat. Keuntungan yang diperoleh dari perdagangan luar negeri, dalam keadaan yang dimisalkan tersebut, timbul sebagai akibat dari perbedaan harga relatif (perbandingan harga) dari barang yang diperdagangkan, antara negara-negara yang akan melakukan perdagangan (teori keunggulan komparatif/spesialisasi).
Pandangan bahwa perdagangan luar negeri dan hubungan ekonomi dengan negara lain dapat mempertinggi tingkat produktivitas kegiatan memproduksi diuraikan dengan lebih mendalam oleh John Stuart Mill. Menurut pendapatnya ada beberapa faktor yang menyebabkan perdagangan luar negeri akan menaikkan tingkat produktivitas. Sama dengan Smith, Mill berpendapat bahwa perluasan pasar yang diakibatkan olch perdagangan luar negeri akan mendorong dilaksanakannya perbaikan-perbaikan tek­nologi yang digunakan dalam proses produksi. perdagangan luar negeri akan mem­pertinggi tingkat spesialisasi, mempertinggi efisiensi penggunaan mesin yang ada, dan akan mendorong usaha-usaha untuk memperbaiki efisiensi proses produksi dengan mengadakan pcmbaruan (inovasi). Yang dimaksud dengan struktur ekspor kolonial dikebanyakan negara berkembang pada waktu baru mencapai kemerdekaan , adalah struktur ekspor suatu negara yang memiliki 3 ciri pokok berikut: (i)Sebagian besar barang-barang yang diekspor merupakan hasil industri primer (pertanian, pertambangan, kehutanan, dan perikanan) dan masih merupakan bahan mentah. (ii)Jenis-jenis bahan mentah yang diekspor sngat terbatas. (iii)Sektor ekspor pada mulanya dikembangkan terutama oleh perusahaan-perusahaan dari negara penjajah.
Teori yang dikemukakan oleh Myrdal ini mengemukakan sebab-sebab dari bertambah memburuknya perbedaan tingkat pembangunan di berbagai daerah dalam suatu negara. Tetapi ia menekankan bahwa Lori tersebut dapat pula digunakan untuk menjelaskan tentang sebab-sebab terjadinya jurang pembangunan antara negara miskin dan negara kaya. Teori Klasik berkeyakinan bahwa dalam jangka panjang mekanisme pasar akan menciptakan pembangunan yang seimbang antara berbagai daerah dan negara. Myrdal tidak sependapat dengan pandangan ini dan berkeyakinan bahwa dalam proses pem­bangunan ada faktor-faktor yang akan memperburuk- perbedaan tingkat pembangunan antara berbagai daerah atau negara. Keadaan seperti itu terjadi akibat dari suatu proses sebab-akibat kumulatif (circular cumulative causation).

B.     SARAN
Dengan adanya pembuatan makalah ini penulis mengharapkan agar dapat dimanfaatkan dan sebagai literatur bahkan sebagai rujukan bagi mahasiswa dalam menambah wawasan pengetahuannya.



DAFTAR PUSTAKA

Sadono Sukirno, 2010.  “Ekonomi Pembangunan: hambatan pembangunan faktor luar negeri”. Jakarta: Kencana

Werlingga, 2011. “Hambatan Pembangunan”. Terdapat pada http://www.blogspot.com/. Diakses pada tanggal 27 Maret 2012


 = END =SEBELUMNYA         BAB I         BAB II   

Admin
Admin Tingkat pendidikan kita terus berkembang, tapi literasi kian anjlok, sajian informasi dipenuhi Sampah. Itu Meta Motivasi Kita Bergerak.

Post a Comment for "Hambatan Pembangunan Faktor Luar Negeri (Bagian III)"