zmedia

Jalan Pembebasan


Panorama


Pagi matahari bersinar, mengusir malam membunuh ketakutan bertahan dengan harapan dan berjuang demi masa depan. Membuka mata melihat peradaban, bersabar dalam melangkah dan bersandar pada sang kuasa. Hal demikian yang dilakukan oleh rakyat Indonesia ketika haknya telah dirampas, mudah terbawa arus penguasa dan terombang-ambing dalam laut kebodohan sehingga membuat mereka semakin menderita.

Air mata yang suci mengalir dalam sejarah umat manusia, hidup yang diberikan oleh Tuhan kini telah dirampas oleh mereka yang berkuasa. Teriakan minta tolong terdengar di seluruh pelosok negeri, mereka hanya sibuk mencari suaka dan rakyat dijadikan alat demi meraih kejayaan semata. Dunia yang indah kini berubah menjadi kering karena hujan kemakmuran dan keadilan tidak lagi bercucuran, tunggu saja kehancuran akan membasahi kita.

Kejaliman dan kegelapan bila dibiarkan maka, akan tumbuh dan berkembang menutupi seluruh lapisan kebaikan. Penyakit masa lalu coba diwarisi oleh generasi masa kini. Setiap pergantian kekuasaan selalu saja diwarnai dengan praktek-praktek kebohongan demi meraih kepentingan tersendiri. Manusia akan binasa dikala waktu telah tiba, mata yang terbuka tak lagi menatap cahaya kesucian, hasrat dan keinginan yang membawa kita jatuh dalam sumur kehancuran.

Padahal Nabi Muhammad Saw datang ribuan tahun yang lalu untuk membakar kejaliman dan menghapus perbudakan, agar kelak menjadi contoh bagi yang lain, karena misi Tuhan menciptakan manusia adalah untuk menjadi Khalifah di muka bumi. Sifat pemimpin yang melekat pada diri manusia sehingga membuat mereka sempurna dan mulia. Hanya saja banyak orang tidak memanfaatkan Anugerah yang Tuhan berikan itu, sehingga mereka mudah dihegemoni oleh penguasa. Hak dan martabat manusia tidak lagi dijunjung tinggi karena materi membuat orang lupa diri. Patuh dan tunduk buka sifat manusia, sebagai mahluk yang mulia harga diri menjadi nilai yang tidak bisa dibayar dengan apapun. Marilah kita menatap masa depan tanpa harus terpenjara oleh Sejarah, Agama dan Budaya. kata Ali Syari'ati. Supaya kita khusu dalam menghirup udara pembebasa yang menjadi hak dan milik kita sebagai mahluk yang sempurna.

Silahturahmi Albiir.

Post a Comment for "Jalan Pembebasan"