![]() |
| Sanana |
Dalam menjalani proses hidup terkadang, kita dipertemukan dengan hal-hal yang baru kemudian dipisahkan kembali oleh jarak dan waktu. Pertemuan dan perpisahan dapat mengisahkan rindu yang hidup dalam bingkai kenangan.
Keduanya akan menjadi sejarah, bila kita mengikatnya dengan tulisan atau menyimpannya dalam cerita. begitu juga dengan cinta ia seperti matahari yang menyinari alam semesta, mampu memberikan warna-warni kebahagiaan di setiap kehidupan yang ada. Setiap manusia pasti memiliki kisah dan cerita yang berbeda-beda, tergantung dengan siapa ia menceritakannya atau dengan cara apa ia menyimpannya. Takdir hidup membawa kita bernafas di atas jalan, dan proses waktu membawa kita hidup di masa depan sehingga ungkapan syukur dan terimakasih menjadi bagian dari rasa manusia dalam mengungkapkan isi hatinya, dengan demikian perbuatan yang baik dan buruk dapat terbalaskan seiring berjalannya waktu.
Semua kejadian yang terlewatkan dalam hidup ini patut kita syukuri, karena dengan demikian dapat dievaluasi kembali untuk melihat antara kebaikan dan keburukan agar kesalahan-kesalahan di masa lalu tidak terulang kembali. Dan semua kisah yang pernah terukir dalam sejarah ummat manusia dapat kita ambil hikmahnya agar menjadi pegangan untuk kita hidup di masa yang akan datang, tergantung dari kaca mata mana kita melihat. Sebagai generasi yang modern tentu menjadi tantangan tersendiri, karena hidup jaman teknologi seperti sekarang ini, informasi dan komunikasi sering menjadi api yang membara. Maka perlu kita belajar agar bahasa dan perilaku tidak menyakiti hati orang lain.
Senyuman dan tertawa juga mampu menghiasi panorama kehidupan di dunia, dan sahabat merupakan melengkapi dan pemberi warna di tengah Hegemoni media yang membosankan. Kehidupan memang demikian hanya kesadaran dan pengetahuan yang mampu membawa kita keluar dari rahim perbudakan dan kejaliman. Dan di balik kehidupan yang keras akan melahirkan generasi yang kuat, kalau kata Ahli Psikolog. Di tengah hujan informasi dan badai kebohongan seperti sekarang ini, jangan sampai kita kehilangan alat untuk memfilter semua Informasi yang ada sehingga kita juga ikut memproduksi kebohongan. Maka jadilah generasi pembaharu yang bernafaskan ilmu pengetahuan dengan tidak terpenjara oleh Agama, Budaya dan sejarah kalau kata Ali Syari'ati. Karena dengan demikian kita lebih bebas berjalan atau bernafas tanpa beban dari apapun.
Hidup di jaman modern juga menjadi tantangan tersendiri karena semua yang kita butuhkan dapat terakses dengan mudah, kalau kata Hidegger ini adalah jaman yang terberih. Maka kita harus bedakan antara kenikmatan dan kebahagiaan, kalau kenikmatan sifatnya sementara sedangkan kebahagiaan terasa lebih lama atau permanen. Dengan demikian kita melihat atau memilah-milah fasilitas Teknologi yang menjadi kebutuhan hidup saat ini, apakah dia membawa kebahagiaan atau hanya memproduksi kenikmatan? Karena kalau kata Socrates tujuan hidup manusia adalah mencari kebahagiaan. Jadi jangan sampai kita menghabiskan waktu hanya untuk hal-hal yang bersifat kenikmatan sesaat.
Dari semua uraian di atas tadi, mulai dari pertemuan, perpisahan, cinta dan persahabatan hingga hegemoni media. Semua ini adalah takdir hidup yang tidak bisa kita pisahkan atau hilangkan dari lingkaran waktu yang ada, karena sudah menjadi bingkai hidup agar kita bisa melihat dan membedakan antara kebaikan, keburukan, keindahan dan kebenaran. Tapi kalau kita perhatikan dari semua peristiwa yang ada, Intinya hanya satu yaitu, Jangan sampai kita kehilangan energi yang namanya silahturahim. Karena dibalik silahturahim ada semacam kekuatan yang mengakar, dan dapat melahirkan semangat baru.
Manado 22 Juli 2019
Sarifudin Tidore
Mahardika

Post a Comment for "Panorama Kehidupan Modern"