zmedia

Dasar Manajemen Keuangan

Ilustrasi (IST)

BAB I
    PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Pada dasarnya orang melakukan investasi adalah untuk menghasilkan sejumlah uang, dan tujuan yang lebih luas adalah untuk meningkatkankesejahteraan investor.Setiap investor yang ingin memaksimalkan kekayaan akan tertariksuatu investasi yang memberikan tingkat
expected return 
yang lebihtinggi dibandingkan dengan peluang investasi lainnya. Dalamkenyataannya hampir semua investasi mengandung ketidakpastianatau risiko. Investor tidak tahu dengan pasti hasil yang akandiperolehnya, sehingga investor hanya bisa memperkirakan berapakeuntungan yang diharapkan dan seberapa jauh hasil yang sebenarnyamenyimpang dari yang diharapkan. Pilihan investasi tidak dapat hanyamengandalkan pada tingkat keuntungan yang diharapkan tetapi jugarisikonya.Dalam literatur banyak dibahas tentang pentingnya pemahaman dalampembuatan keputusan investasi melalui metode-metode penilaianinvestasi. Sumber risiko dapat berasal dari factor yang mempengaruhisemua (banyak perusahaan) dan ada pula yang hanya spesifikmempengaruhi suatu perusahaann tertentu saja. Sebagai contoh,pengumuman tentang angka pertumbuhan laba, tingkat bunga,merupakan informasi yang mempengaruhi semua perusahaan.Sedangkan pengumuman tentang penjualan perusahaan yangmeningkat lebih tinggi dari yang diharapkan, produk pesaing yangmengalami gangguan, merupakan contoh informasi yang hanyamempengaruhi suatu perusahaan tertentu saja.Berdasarkan latar belakang tersebut, maka kami ingin mengambil judul
Analisis Keputusan Investasi Aktiva Tetap dalamMengembangkan Perusahaan”.

B. Rumusan Masalah
Makalah ini ditujukan untuk mengetahui besarnya pengaruh investasidalam aktiva tetap terhadap kegiatan operasional perusahaan .Pengambilan keputusan investasi dalam aktiva tetap dapat diperolehmelalui metode-metode penilaian investasi. Dalam makalah ini,rumusan masalahnya adalah
”Apakah keputusan investasi padaaktiva tetap perusahaan mampu mengembangkan perusahan?”

C. Tujuan penulisan
 Adapun tujuan penulisan malakah ini adalah :1. Untuk mengetahui metode-metode penilaian investasi.2. Untuk menganalisis investasi dalam aktiva tetap dan pengaruhpengambilan keputusan investasi terhadap pengembanganperusahaan.3. Memenuhi tugas manajemen keuangan.

BAB II
PEMBAHASAN

Abdul Choliq (2004 : 33) dalam penilaian criteria investasi yang biasa digunakan dalam evaluasi proyek penanaman investasi jangka panjang, antara lain :
1.    Pengertian Net Present Value
Net Present Value Method merupakan salah satu metode penilaian investasi dengan memperhatikan time value of money. Pengertian time value of money dapat diamati melalui uraian dari Charles T Horngren (1999 : 379), menyatakan bahwa A Dollar in the hand to day is worth more than a dollar to be received (or spent) five years today.
Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa sejumlah uang yang kita miliki sekarang nilainya lebih rendah dari jumlah uang yang sama, yang akan dating kita terima di masa yang akan dating.
Untuk dapat menyamakan nilai sekarang dari sejumlah uang yang akan diterima di masa yang akan dating maka diperlukan suatu rate of return tertentu. Hal ini dijelaskan oleh Charles T Horngren (1999 : 382) menyatakan bahwa sehubungan dengan penilaian investasi dengan menggunakan Metode Net Value, maka proceeds atau  cash flow diskontokan atas dasar biaya modal atau rate of return yang diinginkan. Sebelum menguraikan lebih lanjt tenyang Methode Present Value, maka perlu juga dikemukakan tentang pengertian biaya modal pada perusahaan.    
Biaya modal atau cost of capital adalah biaya yang secara riil harus ditanggung oleh perusahaan karena adanya penggunaan modal. Karena sumber modal perusahaan yang permanent, maka dapat dibagi aatas modal dan modal pinjaman, maka cost of capitalnya diperhitungkan dari masing-masing sumber dana untuk kemudian ditentukan biaya modal rata-rata (Average Cost of Captal). Jika kita menghubungkan  antara cost of capital dengan metode-metode penilaian investasi, yaitu Net Present Value, maka cost of capital berfungsi sebagai discount rate yang digunakan untuk menghitung nilai sekarang
Apabila nilai sekarang dari proceeds atas dasar discount rate tersebut (yaitu sebesar cost of capital) lebih besar dari pada nilai sekarang dari pengeluaran investasinya sehingga nilai sekarang netto atas net present valuenya positif, maka usul investasi tersebut diterima.  
Menurut Charles T Horngren (1999 : 382) dengan formula, sebagai berikut :
                            n            At 
          NPV   =      Σ                          - Io
                           t   =  0   (1  +  k)t

di mana :
                  NPV    =  Net Present Value
                  k          =  Discount rate
                  At         =  Net Cash Flow pada periode t
                  n          =  Periode yang terakhir
                  t           =  Periode yang diperhitungkan.
Dalam periode ini yang pertama-tama harus dihitung adalah nilai sekarang dari pendapatan yang diharapkan atas dasar discount rate tertentu dan kemudian jumlah present value dari pengeluaran modal (capital outlays) atau nilai initial investment yang juga dinamakan nilai tunai bersih.
Bilaman jumlah dari keseluruhan pendapatan yang diharapkan lebih besar dari pada present value investasinya, maka hasil investasi tersebut dapat diterima. Sebaliknya bilamana jumlah present value dari seluruh pendapatan lebih kecil dari present value dari investasinya, ini berarti bahwa net present valuenya negatif, maka usul investasinya tersebut ditolak.     
2.    Pengertian Internal Rate of Return
Metode lain yang dapat dipakai dalam menilai usul dari suatu investasi adalah “Internal Rate of Return” metode ini menghitung rate of return yang akan menyamakan nilai sekarang dari suatu investasi dengan nilai sekarang penerimaan-penerimaan kas bersih di masa yang akan dating. Jika rate of return adalah lebih besar dari pada cost of capital yang diperhitungkan, maka investasi dikatakan layak untuk menguntungkan.
Selanujtnya, Abbas Kartadinata (2003 : 112) menyatakan bahwa internal rate of return sebagai berikut, tingkay diskonto yang akan menyamakan nilai tunai arus dana di masa yang akan datang dari suatu proyek dengan jumlah investasi semula.
Sedangkan Charles T Horngren (1999 : 379) menyatakan bahwa metode internal rate of return ini didasarkan atas usaha untuk mendapatkan suatu rate of return yang dapat menjadikan present value dari proceeds sama besarnya dengan net present value dari outlays.
Dengan kata lain bahwa, bilamana kita menggunakan metode internal rate of return, maka fungsi cost of capital sama dengan cut – off rate dalam hal kita  mengadakan evaluasi terhadap usul-usul investasi. Untuk mencari internal rate of return dapat dilakukan melalui trial and error system coba-coba.
Selanjutnya, untuk mencari atau mendapatkan discount rate, diraci dengan jalan rate secara random untuk menghitung net present value. Bilamana net present value yang diperoleh adalah positif, maka langkah selanjutnya adalah memilih kembali rate yang lebih tinggi sampai mendapatkan net present value yang negative.    
3.    Profitability Ratio (PR)
Menurut Abdul Haliq (2004 : 41) profitability ratio adalah untuk menghitung perbandingan present value dari net benefit (PV benefit di luar investasi) dengan present value dari investasi (PV investasi) atau secara jelas formulasinya dapat dilihat sebagai berikut :
                                  PV Net benefit
Profitability ratio   =
                                        PV Investasi

     Keterangan :
-       PV net benefit =  Present Value dari Net Benefit
-       PV investasi   =  Present value dari investasi
Contoh:
Proyek A membutuhkan dan Rp. 280.000.000,- umur ekonomisnya 3 tahun dengan nilai sisa Rp. 40.000.000,- laba setelah pajak selama 3 tahun berturut-turut adalah : tahun 1 = Rp. 40 juta, tahun 2 = Rp. 50 juta, tahun 3 = Rp. 30 juta. Besar ARR adalah sebagai berikut:
ARR = (40.000.000 + 50.000.000 + 30.000.000) / 3 x 100%

= 40.000.000 / 160.000.000 = 0,25 = 25 %
2.Payback Period (PP)
Payback Period merupakan suatu periode yang diperlukan untuk menutup kembali pengeluaran suatu investasi dengan menggunakan aliran kas masuk netto (proceeds) yang diperoleh.
PBP = capital outlyas x 1 th

Contoh : sebuah proyek membutuhkan investasi sebesar Rp. 120.000.000. aliran kas masuk atau proceeds (laba netto + penyusutan) diperkirakan Rp. 40.000.000 per tahun selama 6 tahun. Besar PBP nya sebagai berikut:
PBP = 120.000.000 x 1 th = 3 tahun

3.Metode Net Present Value (NPV)
Metode NPV ini merupakan metode untuk mencari selisih antara nilai sekarang dari aliran kas neto (proceeds) dengan nilai sekarang dari suatu investasi (outlays).

Keterangan Io = nilai investasi atau outlays
At= aliran kas neto pada periode t
r = discount rate
t = jangka waktu proyek investasi (umur proyek)
contoh : dari proyek B kita dapat menghitung besarnya NPV bila diketahui dicount rate-nya = 10% yaitu: apabila aliran kas masuk bersih (prooceds) tiap tahun besarnya tidak sama, yaitu:

NPV =

= -120.000.000 + 160.980.000 = Rp. 40.980.000,-
4.Metode Profitability Index (PI)
Metode profitability Index atau benefit cost Ratio merupakan metode yang memiliki hasil keputusan sama dengan metode NPV. Artinya, apabila suatu ptoyek investasi ditrima dengan menggunakan metode PI adalah:
PI = atau PI =
Pengambilan keputusan apakah suatu usulan proyek investasi akan diterima (layak) atau ditolak (tidak layak) kita bandingkan dengan angka. Apabila PI > 1 maka rencana investasi layak diterima, sedangkan apabila PI < 1 maka rencana investasi tidak layak diterima atau ditolak.
Contoh:
Suatu perusahaan mempunyai peringkat atau rangking usulan investasi menurut besarnya profitability-index sebagai berikut:
Usulan investasi
Dana investasi yang diperlukan (outlay)
profitability
1  Rp. 1.400.000,00  1,18
2  Rp. 500.000,00     1,17
3  Rp. 800.000,00     1,16

4  Rp. 700.000,00   1,16
5  Rp. 400.000,00    1,14
6  Rp. 600.000,00    1,10
Masing-masing usul investasi tersebut merupakan usul investasi yang tidak tergantung satu sama lain. Dana investasi yang disediakan untuk tahun tersebut sebesar Rp. 1.700.000,00. Dari data itu kita akan mempunyai berbagai kombinasi usulan investasi dengan NPV sebagai berikut:
Alternatif I
Kombinasi dari usul-usul investasi 3,6, dan 5 yang memerlukan dana investasi sebesar 500.000 + 800.000 + 400.000 = Rp. 1.700.000,00 dengan keseluruhan NPV:
Usul 3 Rp. 500.000,00 (1,17 – 1,0) = Rp. 85.000,00
6 Rp. 800.000,00 (1,16 – 1,0) = Rp. 128.000,00
5 Rp. 400.000,00 (1,14 – 1,0) = Rp. 56.000,00
Rp. 1.700.000,00 Rp. 269.000,00
Alternatif II
Kombinasi dari usul-usul investasi 6 dan 2 yang memerlukan dana investasi Rp. 800.000,00 + Rp. 700.000,00 = Rp. 1.500.000,00 dengan keseluruhan NPV
Usul 6 Rp. 800.000,00 (1,16 – 1,0) = Rp. 128.000,00
BAB III
PENUTUPAN

Kegiatan analisis dan pengendalian biaya bukan suatu proses yang mudah. Tiga syarat mutlak yang harus dipenuhi dengan baik sebelum dilakukan suatu analisis biaya yaitu, struktur organisasi rumah sakit yang baik, sistem akuntansi yang tepat, dan adanya informasi statistik yang cukup baik. Masalah yang muncul adalah sulitnya rumah sakit dalam memenuhi prasyarat ini. Sebagai contoh, perbaikan sistem akuntansi membutuhkan penanganan yang tepat dengan ujung tombak oleh profesi akuntan. Diharapkan dengan pemahaman mengenai konsep produksi dalam rumah sakit beserta analisis biayanya, pihak rumah sakit menjadi semakin menghargai informasi akuntansi biaya untuk keperluan pengambilan keputusan manajemen termasuk keputusan penetapan tarif dan investasi


Admin
Admin Tingkat pendidikan kita terus berkembang, tapi literasi kian anjlok, sajian informasi dipenuhi Sampah. Itu Meta Motivasi Kita Bergerak.

Post a Comment for "Dasar Manajemen Keuangan"