Penulis : Suparman Soleman
BIROKRASI dan INDUSTRI
Birokrasi berasal dari kata bureaucracy (bahasa inggris bureau + cracy), diartikan sebagai suatu
organisasi yang memiliki rantai komando dengan bentuk piramida, dimana lebih banyak orang berada ditingkat bawah dari
pada tingkat atas, biasanya ditemui pada instansi yang sifatnya administratif maupun militer.
![]() |
| Ilustrasi (IST) |
Pada
rantai komando ini setiap posisi serta tanggung jawab kerjanya dideskripsikan
dengan jelas dalam organigram. Organisasi ini pun memiliki aturan dan prosedur ketat sehingga cenderung kurang fleksibel. Ciri lainnya
adalah biasanya terdapat banyak formulir yang harus dilengkapi dan pendelegasian wewenang harus dilakukan sesuai dengan hirarki kekuasaan.
Ciri-ciri birokrasi menurut Max Weber adalah:
- Jabatan
administratif yang terorganisasi/tersusun secara hirarkis. (Administratice
offices are organized hierarchically)
- Setiap
jabatan mempunyai wilayah kompetensinya sendiri (Each office has its
own area of competence)
- Pegawai
negeri ditentukan, tidak dipilih, berdasarkan pada kualifikasi teknik yang
ditunjukan dengan ijazah atau ujian. (Civil cervants are appointed,
not electe, on the basis of technical qualifications as determined by
diplomas or examination)
- Pegawai
negeri menerima gaji tetap sesuai dengan pangkat atau kedudukannya. (Civil
servants receive fixed salaries according to rank)
- Pekerjaan
merupakan karir yang terbatas, atau pada pokoknya, pekerjaannya sebagai
pegawai negeri. (The job is a career and the sole, or at least primary,
employment of the civil servant)
- Para
pejabat tidak memiliki kantor sendiri. (The official does not own his
or her office)
- Para
pejabat sebagai subjek untuk mengontrol dan mendisiplinkan. (the
official is subject to control and discipline)
- Promosi
didasarkan pada pertimbangan kemampuan yang melebihi rata-rata. (Promotion
is based on superiors judgement)
Industri adalah suatu usah atau kegiatan pengolahan bahan mentah atau bahan
baku menjadi barang setengah jadi atay barang jadi yang memiliki nilai tambah
untuk mendapatkan keuntungan.
MODEL
BIROKRASI ORGANISASI INDUSTRI
Prasyarat
organisasi industri :
1. Organisasi
diarahkan secara sengaja kepada pencapaian suatu tujuan atau sejumlah tujuan.
2. Industri
berkecimpung dalam proses produksi yang dirancang untuk mengubah materil dari
satu bentuk ke bentuk yang lain dengan cara yang paling efisien.
a. Semua proses teknik industri merupakan sistem yang sangat terkoordinasi
b. Kebutuhan untuk koordinasi adalah kebutuhan untuk spesialis
c. Produksi industri selalu menuntut pertambahan sejumlah pengetahuan
spesialis.
d. Industri modern semakin membutuhkan rencana jangka panjang dengan kalkulasi
rasional
3. Industri harus
mencantumkan jumlah prasyarat buruh, melatih, memotivasi, dan mencegah kegiatan
yang mengganggu sistem produksi.
4. Organisasi harus
menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar (ekstern) yang berpengaruh terhadap
lingkungan intern.
Struktural
organisasi industri
Organisasi industri yang berhasil harus memenuhi tuntutan yang
dibebankan yaitu :
1. Tujuan organisasi untuk memproduksi secara efisien dan untuk mencari
keuntungan
2. Kebutuhan produksi : koordinasi, spesialisasi, keahlian,
perencanaan
3. Kebutuhan untuk memobilisasi dan mengendalikan kapasitas manusia
4. Tekanan dari luar Pola Kekuasaan dan Wewenang
Organisasi industri
adalah sistem bertingkat (diatur secara hirarkis) dari kekuasaan dan wewenang.
Kekuasaan membutuhkan tradisi, karisma dan harus bersandar kepada hak yang sah
untuk memerintah dan menutut kepatuhan. Wewenang setiap jabatan ditentukan oleh
peraturan yang antara lain secara teliti membatasi luas wewenang
Organisasi industri ditandai oleh :
1. Sistem wewenang
yang berdasarkan kekuasaan dan ditata pada jalur-jalur hirarkis.
2. Departementalisasi fungsi-fungsi, bagian paling penting adalah
departemen yang berurusan dengan produksi dan departemen yang berorientasi
penyediaan pengetahuan dan keterampilan khusus.
3. Struktur dan peran
ditandai oleh perbedaan yang jelas antara golongan pejabat dan golongan buruh.
4. Seperangkat jabatan menjadi bawahan seperangkat jabatan
lainnya.
5. Setiap peran,
posisi, wewenang dan departemen yang
diatur oleh seperangkat aturan yang menentukan kewajiban, hak, posisi dalam
industri, sanksi, imbalan dan kriteria untuk masuk/keluar peran.
6. Setiap posisi staf
dan dalam manajemen menuntut pengetahuan spesialis.
7. Setiap posisi
diduduki oleh mereka yang memiliki wewenang yang pantas.
8. Mereka yang
menduduki posisi tidak mempunyai hak milik secara langsung atas posisi atau
barang-barang yang menyertai jabatan itu.
Variasi dalam
ciri-ciri khas birokrasi industri :
1. Variasi dapat terjadi karena perbedaan waktu, tingkat keuntungan
yang diinginkan, dan jenis produk yang dihasilkan.
2. Sistem teknik industri mempunyai pengaruh penting pada bentuk organisasi
industri.
3. Tingkat ketidaksesuaian antara kapasitas manusia dan organisasi
akan mempengaruhi semua aspek organisasi.
4. Variasi-variasi dalam “hubungan ekstrem”. Organisasi dipengaruhi
oleh akibat dari tekanan luar (tekanan pasar, organisai buruh, tekanan
pemerintah).
5. Faktor besarnya organisasi juga harus dipertimbangkan dalam membuat
variasi dalam struktur organisasi.
6. Variasi organisasi industri timbul dari dalam organisasi sendiri,
atau dari kodrat birokrasi.
7. Organisasi industri bisa bervariasi dipandang dari segi pilihan,
prasangka, minat dan sikap manajemen.
EKSEKUTIF
DALAM BIROKRASI INDUSTRI
Eksekutif dalam birokrasi industri ®Mengelola atau
memimpin pengoperasian industri
Seorang eksekutif
:
-
Seorang ahli strategi dan seorang diplomat
- Seorang pemrakarsa daripada pelaksana
- Orang yang dapat menyesuaikan diri dengan peristiwa
- Pusat komunikasi organisasi
- Bertugas untuk menjamin keseimbangan organisasi
Sub fungsi
eksekutif dalam mengelola/memimpin organisasi :
1).
Membentuk organisasi industri
- membuat organisasi bergerak
- memprakarsai kegiatan dengan
menentukan tujuan
- menentukan garis besar strategi
organisasi
- menentukan skema organisasi
2). Mendapatkan tipe personalia yang tepat
Mengisi peran organisasi dengan
personalia yang tepat ® personalia yang mempunyai
keterampilan teknik, personalia
harus loyal, mempunyai tanggung jawab.
3). Mendapatkan/mengatur jasa-jasa yang esensial
a. Metode insentif: - menambah kepuasan / mengurangi
ketidakpuasan
- memberikan kemungkinan untuk
memperoleh status
b. Metode persuasif: - menggunakan paksaan atau ancaman
-
menggunakan propaganda persuasif
-
menanamkan sikap loyalitas dan rasa tanggung jawab
3 aspek struktural peran eksekutif :
a). Bagaimana cara mendapatkan peran eksekutif
= Peran eksekutif didapatkan
melalui prestasi, kualitas khusus, persaingan serta usaha individual
= Ditentukan faktor umur,
jenis kelamin, kekerabatab, atau kedudukan sosial
= Eksekutif kecenderungan
mengangkat yang mempunyai pandangan dan ideologi yang sama
= Kesempatan dipengaruhi oleh tingkat birokrasi organisasi
b). Batas-batas peran eksekutif
Peran eksekutif sifatnya relatif
luwes (fleksibel), yakni dapat diperluas dan tersebar :
- dapat
direntangkan/dipersempit sesuai pemegang peran
- mudah berubah sesuai
perkembangan perusahaan
- adanya tekanan-tekanan yang
menyebabkan perubahan
- peran tersebar karena
berurusan dengan aneka ragam tugas
c). Norma-norma yang menentukan peran eksekutif
Norma yang ideal menentukan
tindakan eksekutif industri ditandai oleh universalisme dan kenetralan emosi.
Idealnya, peran eksekutif ditentukan oleh berbagai jenis nilai-nilai universal
:
- Undang-undang ekstern yang impersonal
- Loyalitas impersonal kepada tujuan umum organisasi
- Pertimbangan ras, jenis kelamin, umur, kekerabatan tidak relevan
Tujuan umum peran
eksekutif :
1.
Gaji
Segi yang menyolok dari peran
eksekutif adalah imbalan gaji yang besar sebagai simbol prestis sosial dengan
posisi kelas sosial.
2. Prestasi
Dalam masyarakat rasa
berprestasi dan melakukan hal-hal yang sangat penting didapatkan dari peran
eksekutif.
3. Status
Status disini berarti juga
prestis atau penghargaan. Jabatan merupakan sumber status yang terpenting.
Status dilambangkan oleh gelarnya.
4. Kekuasaan
Kekuasaan merekat pada peran
eksekutif sebagaimana halnya dalam peran pemimpin.
5. Kebebasan
Eksekutif bebas dalam arti
tidak terikat pada suatu mesin, meja atau ruangan.
Kepribadian eksekutif
yang berhasil :
® disiplin yang kuat
® memikul
tanggung jawab dan mampu mengutamakan tujuan-tujuan karir daripada kesenangan
pribadi
® terus menerus
mengontrol diri secara emosional dan intelektual
® ambisi dan
dorongan yang kuat untuk maju, untuk berprestasi dan untuk berhasil
® memiliki rasa
percaya diri yang besar
® terampil
menangani orang
® menyesuaikan
diri dengan berbagai kepribadian
® mampu untuk
mengorganisir dan mengarahkan orang lain
® memiliki
intelegensi, pandangan jauh ke depan

Post a Comment for "Sosiologi Industri : Eksekutif dalam Birokrasi Industri"