![]() |
| Presiden Soekarno dan Nikita Khruschev dalam sebuah pertemuan Kepala Negara (Wikipedia) |
Soekarno di Tengah Arus Ideologi
Indonesia sebagai negara yang baru merdeka di tahun 1945 tengah melaksanakan syarat sekunder sebagai sebuah negara yakni pengakuan dari negara lainnya. Dalam mencari pengakuan tersebut, perang dingin baru saja dimulai pasca perang dunia kedua. Soekarno tak ingin mengikuti alur perang dingin agar bisa selaras dengan satu kekuatan karena tentu dapat mempengaruhi hubungan dengan negara lainnya.
Potensi kecemburuan antara blok barat dan timur jika Indonesia lebih condong ke salah satu menjadi bahaya buat Indonesia sendiri. Keadaan ini tak luput dari pengamatan Ir Soekarno sebagai Presiden RI saat itu.
Ketokohan dan siasah Soekarno di uji dalam kanca internasional. Terlebih, ujian lainnya seperti gejolak dalam negeri tak pernah padam hingga Presiden pertama itu sempat merubah Ibukota negara meski kembali lagi ke Jakarta.
Melihat beberapa negara yang masih mengalami penekanan dari aroma penjajahan Imprialisme dan Kolonialisme, membuat Soekarno dan beberapa kepala negara yang berada di Asia dan Afrika membuat satu gerakan baru. Lahirnyalah Konferensi Asia-Afrika (KAA) yang digelar di Bandung dan menghasilkan Dasasila Bandung serta julukan nonblok.
Kapabilitas Soekarno di tingkat internasional kian mencuri perhatian negara yang memiliki peran besar dalam perang dingin. Terlebih dengan sumberdaya alam (SDA) yang melimpah Indonesia kian menjadi rebutan.
Dunia mulai memandang sosok Presiden RI pertama itu, bahkan dalam perjalanan dibeberapa negara dan menemui pemimpin diantaranya adalah Nikita Khruschev (Uni Soviet), John Fitzgerald Kennedy (Amerika Serikat), Fidel Castro (Kuba), Mao Tse Tung (Tiongkok), Soekarno bak seorang yang memiliki pengaruh.
Seokarno telah mengajarkan kita Bagaimana dengan sebuah karya dengan
fixedplan dapat membuat lita lebih disegani, seperti berempati pada pembebasan dapat membuat kita dipandang tanpa perlu menjadi kaki tangan pada sesuatu yang berkuasa atau mendistorsikan sebuah keadaan.
Refrensi :
WikipediA
https://id.m.wikipedia.org/wiki/Soekarno
https://id.m.wikipedia.org/wiki/Perang_Dingin
https://id.m.wikipedia.org/wiki/Krisis_Rudal_Kuba
SEBELUMNYA.. [1] [2]

Post a Comment for "Soekarno Ditengah Pusaran Perang Dingin (Bagian II)"